Jaringan Pemasok KKB di Nabire Terbongkar, Lima Tersangka Ditangkap

    Jaringan Pemasok KKB di Nabire Terbongkar, Lima Tersangka Ditangkap

    NABIRE - Tim gabungan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) kembali menorehkan prestasi dalam upaya menjaga keamanan di Papua. Kali ini, lima anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berperan krusial sebagai pemasok logistik dan amunisi berhasil dibekuk di wilayah Nabire, Provinsi Papua Tengah.

    Kelima individu tersebut ditangkap di lokasi berbeda yang tersebar di sepanjang jalur Trans Nabire-Paniai, sebuah area yang kerap dimanfaatkan untuk pergerakan kelompok tersebut. Penangkapan ini merupakan buah dari kerja keras dan intelijen yang matang dari Satgas ODC.

    Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, membeberkan bahwa kelima terduga anggota KKB ini merupakan bagian dari jaringan di bawah komando Aibon Kogoya. Langkah awal penangkapan dilakukan pada Selasa (10/3) lalu, dengan mengamankan PW alias PM dan PNW.

    PW alias PM, salah satu yang diamankan, tercatat pernah dua kali melakukan pertemuan dengan kelompok Aibon Kogoya untuk mendistribusikan bahan makanan di dua titik lokasi yang berbeda. Hal ini menunjukkan peran vitalnya dalam menjaga keberlangsungan pasokan bagi KKB.

    Tidak berhenti di situ, pada Rabu (11/3/2026), tim ODC kembali bergerak sigap. Dua orang lainnya, YW (28) dan LW (29), berhasil diamankan saat sedang melintas menggunakan sepeda motor Honda Verza berwarna hitam. Mereka diduga kuat tengah dalam perjalanan mengantarkan bahan makanan kepada kelompok pimpinan Aibon Kogoya.

    Lebih lanjut, penyidik juga berhasil mengamankan D alias LA. Individu ini diduga memiliki peran sentral sebagai penghubung dalam rantai distribusi amunisi untuk kelompok Aibon Kogoya. Penangkapan D dilakukan di salah satu tempat hiburan di Nabire, sebuah lokasi yang tak terduga untuk aktivitas semacam itu.

    Saat menjalani pemeriksaan, D alias LA mengakui perannya dalam penjualan amunisi. Ia mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan banderol harga sekitar Rp 250.000 per butir. Penjualan ini ternyata dilakukan melalui perantara berinisial H, yang diduga kuat sebagai pihak penyedia amunisi tersebut.

    “Saat ini tim masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkapnya, ” ujar Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan komitmen Satgas ODC untuk terus membersihkan jaringan kriminal di Papua. (PERS)

    keamanan papua kkb ditangkap odc nabire pemasok amunisi papua tengah berita kriminal
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Kamp KKB di Nabarua Dibongkar Aparat Gabungan,...

    Artikel Berikutnya

    Kontak Tembak di Nabire, TNI Lumpuhkan DPO...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional

    Ikuti Kami